Dalam industri yang menggunakan steam, steam umumnya dibangkitkan sampai tekanan tinggi untuk kemudian dikendalikan (direndahkan) sesuai dengan kebutuhan di masing-masing bagian.
Hal ini umumnya dilakukan dengan cara mengurangi ukuran diameter pipa distribusi steam dan mengakibatkan biaya efisiensi distribusi steam yang tinggi.
Reducing Steam Pressure :
Cara yang umum untuk mengurangi pressure steam adalah dengan menutup/menurunkan bukaan valve steam. Prakteknya secara umum yang paling sederhana adalah dengan penggunaan globe valve konvensional dengan posisi bukaan yang sudah ada, atau dengan cara menggunakan plat berlobang (orifice) yang dimasukkan di dalam aliran steam.
Berikut bantuk penampang dari sebuah PRV yang dapat dilihat pada situs resmi Spirax Sarco berikut
http://www.spiraxsarco.com/global/id/Pages/home.aspx
 |
| (Bagian utama dari sebuah PRV) |
Tetapi fluktuasi (lonjakan) dari flowrate akan terjadi yang disebabkan fluktuasi dari pressure. Untuk menghindari keadaan ini dapat digunakan Pressure Reducing Valve (PRVs), yang dapat menghasilkan penurunan pressure (tekanan) yang terkontrol secara presisi.
PRVs secara otomatis dapat mengatur seberapa besar valve membuka agar pressure tetap konstan dan tidak berubah meskipun saat flowrate steam berfluktuasi.
 |
| (Bagian dan cara kerja sebuah PRV) |
Keuntungan dari Pressure Reducing Valve :
Meskipun memungkinkan untuk menjaga pressure yang konstan dengan menggunakan kombinasi antara aktuator kontrol valve, Pressure kontrol dan piranti pengontrol PRVs memberikan keuntungan yang lebih, karena dapat mengontrol penuh pressure secara otomatis tanpa memerlukan sumber tenaga dari luar. PRVs juga memberikan kelebihan dengan gaya respon yang sangat cepat berdasarkan sensifitas dan pengaturan berdasarkan pressure yang masuk.
Tipe PRVs untuk Steam :
Mekanisme kerja kontrol PRVs adalah dengan menggunakan keseimbangan antara gaya tekanan steam dan spring (pegas) yang dapat diatur. Dan ini adalah prinsip kerja hampir semua PRVs yang dibuat pabrikan.
Ada 2 mekanisme kontrol bukaan valve :
- Non-piloted, Direct Acting Valve :
Pegas pengatur gaya berada pada posisi akhir pada valve utama.
Pegas pengatur gaya berada pada posisi pilot valve, yang ukurannya lebih kecil dan berbeda dari valve utama.
Berikut perbandingan dari kedua tipe tersebut
- Direct acting, Non-piloted.
Digunakan untuk gaya yang lebih kecil, dimana kontrol tekanan penutup tidak diperlukan.
+ Kelebihan :
Ukuran yang lebih kecil, harga lebih murah mudah pemasangannya.
- Kekurangan :
Pressure drop yang lebih tinggi dari PRV
Digunakan untuk gaya yang lebih besar dimana kontrol tekanan penutup diperlukan.
+ Kelebihan :
kontrol pressure, respon yang cepat untuk menghasilkan variasi, dapat digunakan untuk range yang lebih luas dari tipe non-piloted.
- Kekurangan :
Ukurannya yang lebih besar dan harga yang lebih mahal.
---
Label: utilities